Sabtu, 05 Januari 2013

tugas aplikom "spss"

ririn widya astuti


1.      TRANSFORM
      Menu transform dipergunakan untuk melakukan perubahan-perubahan atau penambahan data.
     Compute                   : operasi aritmatika dan logika untuk
     Count                    : untuk mengetahui jumlah sebuah ukuran data tertentu pada suatu baris tertentu        
     Recode                  :  untuk mengganti nilai pada kolom variable tertentu, sifatnya menggantikan (into same variable) atau merubah (into different variable) pada variable baru
     Categorize variable  : merubah angka rasional menjadi diskrit
     Rank case              :  mengurutkan nilai data sebuah variabel

2.    Menu layar editor :
1.     Name : kolom pertama, tempat menuliskan nama variabel, misalkan vriabel pertama adalah nama, variabel ke 2 adalah berat badan dan variabel ke 3 adalah gender, maka pada baris pertama, ke 2 dan ke 3 pada kolom pertama di tuliskan nama-nama itu
2.    Kolom ke 2 berisi dari berbagai tipe data seperti : numeric, comma,dot,scientific notation, date, costum currency, dan string
a.    Numeric    : angka, tanda (+) atau (-) didepan angka, indicator desimal.
b.    Comma       :angka, tanda (+) atau (-) didepan angka, indicator desimal, tanda koma sebagai pemisah bilangan ribuan
c.    Dot           :angka, tanda (+) atau (-) didepan angka, indicator desimal,tanda titik sebagai pemisah bilangan ribuan.
d.    Scientific notation : sama dengan tipe numeric, tetapi menggunakan symbol E untuk kelipatan 10 (misal 120000 = 1.20E+5).
e.    Data          :menampilkan data format tanggal atau waktu Dollar  :memberi tanda dollar ($), tanda koma sebagai pemisah bilangan ribuan dan tanda titik sebagai desimal.
f.    Custom currency : untuk format mata uang String:biasanya huruf atau karakter lainnya
3.    kolom ke 3 width : untuk menentukan berapa jumlah maksimal angka / huruf yang dapat di muat. Untuk keperluan praktek biarkan  kolom width sesuia dgn defult spss yaitu = 8
4.    kolom ke 4 desimal :untuk menentukan jumlah angka dibelakang koma. Bila angka merupakan bilangan bulat, seperti pria =1 dan wanita = 2 desimal diisi dengan angka = 0
5.    label : persi lengkap dari name, bias  banyak karakter, bias huruf bersar dan menggunakan spasi, sebaiknya dituliskan terlebih bila akan veriabel tersebut akan di olah lebih lanjut
6.    values : digunakan untuk meng-coding data NOMINAL
7.    missing : digunakan bila dalam data yang akan diolah terdapat datum yang tidak terisi atau tdak lengkap, bila beberapa datum tidak terisi, pilih angka yg tertentu sebagai tanda missing value atau tidak di kosongkan.
8.    Collom : adalah lebar dalam karakter dari nama, besarnya nominal sama dengan besarnya nilai di WIDTH
9.    Align : sama seperti align pada Microsoft word.
10. Measure : adalah sekala pengukuran dari veriabel yg bersangkutan, untuk mengubah skala pengukuran interval dan ratio dalam spss adalah scale

3.    Analyze:
C. COMPARE
 1.  MEANS
Fasilitas ini untuk menghitung dan membandingkan rata-rata data yang dikelompokkan berdasarkan faktor tertentu. Misalnya membandingkan rata-rata IP Semester I menurut asal sekolah dan daerah asal setiap jenis kelamin. Prosedur yang dapat digunakan adalah Analyze-Compare Means – Means.
2. one sample T- test
Menu ini untuk menghitung uji-t satu sampel yang diuji dengan nilai uji tertentu. Misalnya Diuji IP semester I dengan nilai pengujian 3. (Artinya kita akan menguji hipotesis bahwa rata-rata IP semester I sama dengan 3)  Ho : μ = 3. Ho ini ditolak jika signifikansi t ‘sig. (2 tilled)’ kurang dari taraf signifikansi 0,05 (5%).
3. Paired Sample t-test
Menu ini untuk menguji dua rata-rata dari dua variabel data yang berpasangan (paired). Misalnya akan diuji perbedaan rata-rata IP Semester I dan IP Semester II
Ho: μ1 = μ2 (kedua rerata sama)
Ho ini ditolak jika signifikansi t ‘sig. (2 tilled)’ kurang dari taraf signifikansi 0,05 (5%).
Kalau Ho ditolak berarti rata-rata IP semester I dan IP semester II tidak sama /berbeda secara meyakinkan (signifikan).
4. Independent Sampel t-test
Menu ini untuk menguji dua rata-rata dari dua data yang saling independen. Misalnya diuji perbedaan rata-rata IP Semester I laki-laki dan perempuan (Laki-laki dan perempuan saling independen)
Ho: μ1 = μ2 (kedua rerata sama)
Ho ini ditolak jika signifikansi t ‘sig. (2 tilled)’ kurang dari taraf signifikansi 0,05 (5%).
Kalau Ho ditolak berarti rata-rata IP semester I laki-laki dan rata-rata IP semester I perempuan tidak sama /berbeda secara meyakinkan (signifikan).
5.One-Way ANOVA
Menu ini untuk menguji variasi data (perbedaan rata-rata lebih dari 2 kelompok data.
H. correlate
1. KORELASI BIVARIATE
Korelasi Bivariate melibatkan dua atau lebih variable untuk diketahui hubungan di antaranya.
Sebagai contoh : kita ingin mencari korelasi antara angka harapan hidup wanita dan laki-laki seluruh
dunia. Dalam output SPSS maupun lainnya biasanya disertai dengan uji signifikansi, yaitu apakah korelasi tersebut signifikan pada alpha tertentu.
2.KORELASI PARSIAL
Agak sedikit berbeda dengan korelasi bivariate, korelasi parsial memasukkan satu variable tambahan
yang berfungsi sebagai pengontrol dari dua variable yang berkorelasi.


Jumat, 04 Januari 2013

tugas aplikasi komputer "istilah spss"

ririn widya astuti
10.11.107.013201.01380



1.      TRANSFORM
      Menu transform dipergunakan untuk melakukan perubahan-perubahan atau penambahan data.
     Compute                   : operasi aritmatika dan logika untuk
     Count                    : untuk mengetahui jumlah sebuah ukuran data tertentu pada suatu baris tertentu        
     Recode                  :  untuk mengganti nilai pada kolom variable tertentu, sifatnya menggantikan (into same variable) atau merubah (into different variable) pada variable baru
     Categorize variable  : merubah angka rasional menjadi diskrit
     Rank case              :  mengurutkan nilai data sebuah variabel

2.    Menu layar editor :
1.     Name : kolom pertama, tempat menuliskan nama variabel, misalkan vriabel pertama adalah nama, variabel ke 2 adalah berat badan dan variabel ke 3 adalah gender, maka pada baris pertama, ke 2 dan ke 3 pada kolom pertama di tuliskan nama-nama itu
2.    Kolom ke 2 berisi dari berbagai tipe data seperti : numeric, comma,dot,scientific notation, date, costum currency, dan string
a.    Numeric    : angka, tanda (+) atau (-) didepan angka, indicator desimal.
b.    Comma       :angka, tanda (+) atau (-) didepan angka, indicator desimal, tanda koma sebagai pemisah bilangan ribuan
c.    Dot           :angka, tanda (+) atau (-) didepan angka, indicator desimal,tanda titik sebagai pemisah bilangan ribuan.
d.    Scientific notation : sama dengan tipe numeric, tetapi menggunakan symbol E untuk kelipatan 10 (misal 120000 = 1.20E+5).
e.    Data          :menampilkan data format tanggal atau waktu Dollar  :memberi tanda dollar ($), tanda koma sebagai pemisah bilangan ribuan dan tanda titik sebagai desimal.
f.    Custom currency : untuk format mata uang String:biasanya huruf atau karakter lainnya
3.    kolom ke 3 width : untuk menentukan berapa jumlah maksimal angka / huruf yang dapat di muat. Untuk keperluan praktek biarkan  kolom width sesuia dgn defult spss yaitu = 8
4.    kolom ke 4 desimal :untuk menentukan jumlah angka dibelakang koma. Bila angka merupakan bilangan bulat, seperti pria =1 dan wanita = 2 desimal diisi dengan angka = 0
5.    label : persi lengkap dari name, bias  banyak karakter, bias huruf bersar dan menggunakan spasi, sebaiknya dituliskan terlebih bila akan veriabel tersebut akan di olah lebih lanjut
6.    values : digunakan untuk meng-coding data NOMINAL
7.    missing : digunakan bila dalam data yang akan diolah terdapat datum yang tidak terisi atau tdak lengkap, bila beberapa datum tidak terisi, pilih angka yg tertentu sebagai tanda missing value atau tidak di kosongkan.
8.    Collom : adalah lebar dalam karakter dari nama, besarnya nominal sama dengan besarnya nilai di WIDTH
9.    Align : sama seperti align pada Microsoft word.
10. Measure : adalah sekala pengukuran dari veriabel yg bersangkutan, untuk mengubah skala pengukuran interval dan ratio dalam spss adalah scale

3.    Analyze:
C. COMPARE
 1.  MEANS
Fasilitas ini untuk menghitung dan membandingkan rata-rata data yang dikelompokkan berdasarkan faktor tertentu. Misalnya membandingkan rata-rata IP Semester I menurut asal sekolah dan daerah asal setiap jenis kelamin. Prosedur yang dapat digunakan adalah Analyze-Compare Means – Means.
2. one sample T- test
Menu ini untuk menghitung uji-t satu sampel yang diuji dengan nilai uji tertentu. Misalnya Diuji IP semester I dengan nilai pengujian 3. (Artinya kita akan menguji hipotesis bahwa rata-rata IP semester I sama dengan 3)  Ho : μ = 3. Ho ini ditolak jika signifikansi t ‘sig. (2 tilled)’ kurang dari taraf signifikansi 0,05 (5%).
3. Paired Sample t-test
Menu ini untuk menguji dua rata-rata dari dua variabel data yang berpasangan (paired). Misalnya akan diuji perbedaan rata-rata IP Semester I dan IP Semester II
Ho: μ1 = μ2 (kedua rerata sama)
Ho ini ditolak jika signifikansi t ‘sig. (2 tilled)’ kurang dari taraf signifikansi 0,05 (5%).
Kalau Ho ditolak berarti rata-rata IP semester I dan IP semester II tidak sama /berbeda secara meyakinkan (signifikan).
4. Independent Sampel t-test
Menu ini untuk menguji dua rata-rata dari dua data yang saling independen. Misalnya diuji perbedaan rata-rata IP Semester I laki-laki dan perempuan (Laki-laki dan perempuan saling independen)
Ho: μ1 = μ2 (kedua rerata sama)
Ho ini ditolak jika signifikansi t ‘sig. (2 tilled)’ kurang dari taraf signifikansi 0,05 (5%).
Kalau Ho ditolak berarti rata-rata IP semester I laki-laki dan rata-rata IP semester I perempuan tidak sama /berbeda secara meyakinkan (signifikan).
5.One-Way ANOVA
Menu ini untuk menguji variasi data (perbedaan rata-rata lebih dari 2 kelompok data.
H. correlate
1. KORELASI BIVARIATE
Korelasi Bivariate melibatkan dua atau lebih variable untuk diketahui hubungan di antaranya.
Sebagai contoh : kita ingin mencari korelasi antara angka harapan hidup wanita dan laki-laki seluruh
dunia. Dalam output SPSS maupun lainnya biasanya disertai dengan uji signifikansi, yaitu apakah korelasi tersebut signifikan pada alpha tertentu.
2.KORELASI PARSIAL
Agak sedikit berbeda dengan korelasi bivariate, korelasi parsial memasukkan satu variable tambahan
yang berfungsi sebagai pengontrol dari dua variable yang berkorelasi.


Sabtu, 15 Desember 2012

PENGARUH FAKTOR RISIKO IBU TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH


PENGARUH FAKTOR RISIKO IBU TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH


ABSTRAK
Berat badan bayi lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat dibawah 2500 gram. Kejadian BBLR dipengaruhi beberapa faktor yang terdapat pada ibu itu sendiri diantaranya umur, status gizi,jarak kelahiran yang terlalu dekat, riwayat kelahiran BBLR sebelumnya dan anemia.

Kata kunci : umur, status gizi, Jarak kelahiran terlalu dekat,BBLR pada anak sebelumnya, dan anemia.


















BAB I

A.      Latar belakang
Ibu dan bayi sangat penting bagi suatu masyarakat , kehamilan yang tidak di rencanakan, tidak adanya layanan pranatal, gizi ibu dan anak yang buruk, penggunaan obat terlarang saat hamil, angka imunisasi yang renah, kemiskinan, kurangnnya pendidikan, perawatan anak yang kurang memadai merupakan penyebab tingginya angka kematian dan kesakitan ibu, bayi dan anak (McKenzie,dkk,2007)
Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat lahir rendah dibedakan dalam:
    1. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), beratlahir 1500-2499 gram.
    2. Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (BBLSR), berat lahir < 1500 gram.
    3. Bayi Berat Lahir Ekstrim rendah (BBLER), berat lahir < 1000 gram.
    4. Berdasarkan berat badan menurut usia kehamilan dapat digolongkan:
      1. Kecil Masa Kehamilan (KMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB dibawah persentil ke-10 kurva pertumbuhan janin.
      2. Sesuai Masa Kehamilan (SMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB diantara persentil ke-10 dan ke-90 kurva pertumbuhan janin.
Besar Masa Kehamilan (BMK) yaitu jika bayi lahir dengan

B.      Rumusan masalah
-Apakah ada pengaruh faktor risiko ibu (umur ibu, status gizi ibu, Jarak kelahiran terlalu dekat,BBLR pada anak sebelumnya, dan anemia) terhadap kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) ?
C.      Tujuan
Tujuan  penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu :
1. tujuan umum
- untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor risiko ibu (usia,status gizi, Jarak kelahiran terlalu dekat,BBLR pada anak sebelumnya, dan anemia) terhadap kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR)
2. tujua khusus
-untuk mengetahui karekteristik factor risiko ibu terhadap kejadian BBLR

D.     Manfaat
1.      Untuk dinas kesehatan memberi informasih untuk membantu mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di indonesia yang masih tinggi
2.      Untuk fakultas sebagai sumbangsi pengetahuan untuk referensi bagi peneliti berikutnya
3.      Bagi penelitia sebagai sarana pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti, ini juga sebagai batu loncatan awal bagi peneliti untuk lebih mengembangkan pengetahuan dan informasi tentang hubungan faktor risiko ibu dengan kejadian bayi berat lahir rendah
4.      Bagi masyarakat sebagai sarana informasi bagi masyarakat agar lebih memahami penyebab BBLR, dan sebagai panduan untuk pancegahan terjadinya BBLR, kematian ibu dan kematian pada bayi.
5.      Dengan harapan yang besar semoga hasil penelitian ini bisa bermanfaat bagi berbagai kalangan, terutama bagi bidang kesehatan untuk memahami faktor risiko bayi berat lahir rendah













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.      Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
Bayi berat lahir rendah (BBLR) ialah baya baru lahir yang berat badannya yang saat lahir kurang dari 2500 gram (sampai dengan 2499 gram). Berkaitan dengan penanganannya dan harapan hidupnya. Bayi brat lahir redah dibedakan dalam :
1.      Bayi berat lahir rendah (BBLR),berat lahir 1500-2500 gram
2.      Bayi Berat lahir sangat rendah (BBLSR), berat lahir <1500 gram
3.      Bayi berat lahir ekstrem rendah (BBLER), berat lahir <1000 gram

Kejadian BBLR yang tinggi menunjukkan bahwa kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat itu masih rendah. Untuk itu diperlukan upaya untuk menurunkan angka kejadian BBLR agar kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat. Kejadian BBLR ini bisa dicegah bila kita mengetahui faktor-faktor penyebabnya (Elizawarda, 2003).

BBLR dibedakan dalam dua kategori yaitu  : BBLR karena  (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena intraurine growth retardation (IUGR) yaitu bayi cukup bulan tetapi berat kurang untuk usianya. Banyak BBLR dinegara berkembang dengan IUGR sebagai akibat ibu dengan status gizi buruk, anemia, malaria, dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau ketika hamil. BBLR factor yang paling berhubungan dengan kematian bayi. Kemungkinan bayi BBLR untuk meninggal pada tahun pertama kehidupan mereka adalah 40 kali lebih besar dari pada bayi yang sehat. (McKenzie,2007).

BBLR terjadi akibat pertumbuhan intrauterine grow retardation (IUGR) yang buruk, kelahiran kurang bulan, atau kombinasi keduanya. Karakteristik ibu yag menjadi factor risiki yang berkaitan dengan IUGR mencangkup BBLR, riwayat BBLR sebelumnya, berat badan rendah perkehaila, konsumsi rokok konsumsi alcohol, kelahiran ganda (kembar). Dan peningkatan yang rendah saaat hamil (McKenzie,dkk,.2007)
Prevalensi bayi berat lahir rendah (BBLR) menurut WHO (2007) diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 33%-38% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah. Secara statistik menunjukkan 90% kejadian BBLR didapatkan di negara berkembang. Angka kejadian di Indonesia sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain yaitu berkisar antara 9% - 30%.
Gejala klinis Secara umum gambaran klinis pada bayi berat badan lahir rendah sebagai berikut:
1.      Berat badan lahir < 2500 gram, panjang badan £ 45 Cm, lingkar dada < 30 Cm, lingkar kepala < 33 Cm.
  1. Masa gestasi < 37 minggu.
  2. Penampakan fisik sangat tergantung dari maturitas atau lamanya gestasi; kepala relatif lebih besar dari badan, kulit tipis, transparan, banyak lanugo, lemak sub kutan sedikit, osifikasi tengkorak sedikit, ubun-ubun dan sutu lebar, genetalia immatur, otot masih hipotonik sehingga tungkai abduksi, sendi lutut dan kaki fleksi, dan kepala menghadap satu jurusan.
  3. Lebih banyak tidur daripada bangun, tangis lemah, pernafasan belum teratur dan sering terjadi apnea, refleks menghisap, menelan, dan batuk belum sempurna.

Menurut WHO, bayi kecil cedrung mengalami komplikasi. Beberapa masalah yang khususnya rentan bagi bayi yang mencangkup :
1.      Kesulitan pemberian makana
2.      Suhu tubuh tidak normal
3.      Esulitan bernafas
4.      Entroplitis nekrotik
5.      Ikterus akibat prematuritas
6.      Pendarahan intravintikular
7.      Anemia
8.      Glukosa darah rendah
Bayi kecil karena biasanya memiliki temuan masalah lebih dari satu.

B.      Usia ibu
WHO merekomendasikan bahwa usia yang dianggap paling aman menjalani kehamilan dan persalinan adalah 20 hingga 30 tahun. Tetapi dengan kemajuan teknologi saat ini sampai usia 35 tahun masih diperbolehkan untuk hamil. Wanita usia   20-30 tahun dianggap ideal untuk menjalani kehamilan dan persalinan, pada rentan usia ini kondisi fisik wanita dalam keadaan prima.
Keadaan ibu hamil yang patut diwaspadai :
1.      Umur di bawah 20 tahun
2.      Umur di atas 35 tahun
3.      Jumlah anak lebih dari 3 orang
4.      Jarak persalinan terakhir dengan awal kehamilan sekarang kurang dari 2 tahun
5.      Tinggi badan kurang dari 145 cm
6.      Lingkar lengan atas )LILA) kurang dari 23,5 cm
             à 4 terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, terlalu banyak)

C.      Status gizi
Status Gizi Bagi Ibu Hamil Menurut WHO, dampak kekurangan gizi pada ibu hamil, kekurangan gizi pada ibu hamil, akibat kurang gizi pada ibu hamil, dampak kurang gizi pada ibu hamil, kebutuhan gizi seimbang dan pengaruh status gizi terhadap sistem reproduksi, kebutuhan energi ibu hamil menurut who, pengaruh status gizi terhadap sistem reproduksi akan Status gizi ibu hamil pada waktu pertumbuhan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin
Kekurangan asupan gizi pada trimester I dapat menyebabkan hiperemesis gravidarum, kelahiran prematur, kematian janin, keguguran dan kelainan pada sistem saraf pusat. Sedangkan pada trimester II dan III dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu, berat bayi lahir rendah. Selain itu, juga akan berakibat terjadi gangguan kekuatan rahim saat persalinan, dan perdarahan post partum.
Status gizi ibu sangat berpengaruh pada kesehatan janin yang ada didalam kandungan, pengukuran terhadap aspek yang dapat menjadi indikator penilaian statu gizi, kemudian dibandingkan dengan standar baku yang ada.
Status gizi adalah keadaan keseimbangan antara asupan (intake) dan kebutuhan (requirement) zat gizi (Abas Basuni Jahari , 2002).
Deswarni Idrus dan Kunanto (1990) mengatakan status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu.

D.     Jarak kelahiran terlalu dekat
Jumlah kelahiran yang jaraknya terlalu dekat menyebabkan ketidak siapan pada organ reproduksi dan jarak kelahiran yang terlalu rapat bukan hanya menyebabkan BBLR tetapi memicu autisme.
E.      BBLR pada anak sebelumnya riwayat kelahiran buruk sebelumnya akan mempengaruhi kelahiran berikutnya
F.       Anemia
Anemia adalah Menurut WHO, anemia gizi besi didefinisikan suatu keadaan dimana kadar Hb dalam darah hemotokrit atau jumlah eritrosit lebih rendah dari normal sebagai kekurangan salah satu atau lebih zat besi penting, apapun kekurangan tersebut.
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11,5 gr % paada semester 1 dan 3 atau kadar < 10,5 gr% pada semester 2, nilaibatas tersebut dan nilai perbedaannya dengan kondisi wanita tidak hamil, terjadi karena hemudulasi , terutama pada semester ke 2 (syrifudin 2002)

Masih tingginya angka kematian ibu melahirkan karena kekurangan zat besi.  Zat besi (Fe) adalah mineral yang sangat dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Beberapa makanan yang menjadi sumber zat besi adalah daging merah, hati, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Asupan vitamin C yang cukup akan membuat penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi lebih baik. Sebaliknya, teh dan kopi akan menurunkan penyerapan zat besi dalam tubuh.
Sebenarnya upaya mengatasi anemia pada ibu hamil sudah dilakukan pemerintah sejak 1970-an. Melalui program suplementasi tablet tambah darah secara cuma-cuma, ibu hamil diberikan 90 tablet yang mesti diminum selama masa kehamilan sampai masa nifas. Tablet ini berisi 60 miligram zat besi dan 0,25 miligram asam folat. Repotnya, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2010, meskipun 80,7 persen perempuan usia 10-59 tahun telah mendapatkan tablet ini, namun hanya 18 persen yang mengkonsumsi tuntas hingga 90 tablet.

Ketidakpatuhan mengkonsumsi suplemen tambah darah dan kurangnya pengetahuan manfaat zat besi menjadi penyebab rendahnya angka konsumsi tablet ini pada ibu hamil. “Banyak ibu hamil yang tidak mau minum karena ada keluhan, misalnya mual
Hal itu terjadi karena ketidaktahuan mereka tentang risiko yang terjadi jika ibu hamil mengalami anemia.





G.     Kerangka konsep


 









Gambar 1 krangka konsep penelitian



BAB III
A.      Jenis penelitian
Jenis penelitian adalah deskriptif untuk mengetahui karakteristik dan pengaruh factor risiko ibu terhadap BBLR
B.      Definisi oprasional
1.      Usia
Usia calon ibu saat mengandung pada saat penelitian berlangsung
2.      Status gizi
Angka kecukupan nutrisi ibu pada saat mengandung pada saat penelitian berlangsung
3.      Anemia
Prilaku ibu yang tidak mengkonsumsi tablet Fe yang di berikan oleh petugas playanan kesehatan
4.      Pola makan
Pola makan adalah kebiasaan responden yang dapat membahayakan kondisi janin yang ada di dalam kandungan
C.      Waktu dan lokasi penelitian
Penelitian dilaksanakan pada 15 juni – 23 september 2008
D.     Populasi dan sampel
1.      Populasi
Poppulasi adalah data ibu hamil yang ada di puskesmas dan pusyandu desa luba kecamatan malinau utara kabupaten malinau dengan jumlah pupolasi ibu yang sedang hamil adalah 20 ibu hamil
2.      Sampel dan teknik pengumpulan data
Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang datang dan berkunjung di puskesmas dan posyandu dari bulan juni – September dengan jumlah 20 ibu hamil.
E.      Cara pengumpulan data
1.      Data primer
Data primer di peroleh dengan menggunakan quisioner yang dibagikan kepada responden
2.      Data Sekunder
Data sekunder di peroleh dengan menggunakan metode recall 24 jam

F.       Teknik pengolahan data
Berdasarka pada konsep variabel penelitian Jadwal kegiatan penelitian, kemudian disusun alat pengumpulan data atau instrumen. Adapun alat ukur yang digunakan adalah quisioner yang memuat berbagai pertanyaan yang sesuai dan berhubungan dengan penelitian. Pengolahan data yang di peroleh dari hasil ini di olah melalui suatu proses yaitu sebagai berikut :
1.      Pengolaha data
Pengoahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 16 adapun langkah-lanhkanya sebagai berikut :
a.      Editing : memeriksa kelengkapan kesinambungan dan keseragaman pengisian dan quisioner serta mengklasifikasi data
b.      Cidong : member kode pada masing-masing jawaban agar data-data tersebut mudah ditabulasi
c.       Menghitung frekuensi : yaitu setelah diberi kode, dihutung besarnya frekuensi masing-masing data
d.      Tabulasi data : mengelompokan data dalam bentuk table dan kesimpulan
2.      Analisis data
Data yang di peroleh daan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi yang kemudian di analisis secara dskriptif dengan menggunakan prosentase.
G.     Jadwal plaksanaan kegiatan
No
kegiatan
pelaksanaan
april
mei
juni
oktober
november
desember
1
Persiapan proposal dan konsultasi





2
Seminar 1 dan revisi





3
Penelitian





4
Tabulasi hasil dan konsultasi





5
Seminar hasil





6
pendadaran