mush'ab bin u'mair
REPUBLIKA.CO.ID,Dalam Perang Uhud, Mush'ab bin Umair adalah salah
seorang pahlawan dan pembawa bendera perang. Ketika situasi mulai gawat
karena kaum Muslimin melupakan perintah Nabi, maka ia mengacungkan
bendera setinggi-tingginya dan bertakbir sekeras-kerasnya, lalu maju
menyerang musuh.
Targetnya, untuk menarik perhatian musuh
kepadanya dan melupakan Rasulullah SAW. Dengan demikian ia membentuk
barisan tentara dengan dirinya sendiri.
Tiba-tiba datang musuh
bernama Ibnu Qumaiah dengan menunggang kuda, lalu menebas tangan Mush'ab
hingga putus, sementara Mush'ab meneriakkan, "Muhammad itu tiada lain
hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa
Rasul."
Maka Mush'ab memegang bendera dengan tangan kirinya
sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya itu
hingga putus pula. Mush'ab membungkuk ke arah bendera, lalu dengan kedua
pangkal lengan meraihnya ke dada sambil berucap, "Muhammad itu tiada
lain hanyalah seorang Rasul, dan sebelumnya telah didahului oleh
beberapa Rasul."
Lalu orang berkuda itu menyerangnya ketiga kali
dengan tombak, dan menusukkannya hingga tombak itu pun patah. Mush'ab
pun gugur, dan bendera jatuh. Ia gugur sebagai bintang dan mahkota para
syuhada.
Rasulullah bersama para sahabat datang meninjau medan
pertempuran untuk menyampaikan perpisahan kepada para syuhada. Ketika
sampai di tempat terbaringnya jasad Mush'ab, bercucuranlah dengan deras
air matanya.
Tak sehelai pun kain untuk menutupi jasadnya selain
sehelai burdah. Andai ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua belah
kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan di kakinya, terbukalah kepalanya.
Maka Rasulullah SAW bersabda,
"Tutupkanlah ke bagian kepalanya,
dan kakinya tutuplah dengan rumput idzkhir!"Kemudian sambil memandangi
burdah yang digunakan untuk kain penutup itu, Rasulullah berkata,
"Ketika di Makkah
dulu, tak seorang pun aku lihat yang lebih
halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripadanya. Tetapi sekarang
ini, dengan rambutmu yang kusut masai, hanya dibalut sehelai burdah."
Setelah
melayangkan pandang, ke arah medan laga serta para syuhada, kawan-kawan
Mush'ab yang tergeletak di atasnya, Rasulullah berseru, "Sungguh,
Rasulullah akan menjadi saksi nanti di hari kiamat, bahwa kalian semua
adalah syuhada di sisi Allah!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar